Cara Mendapatkan Modal
Anda ingin mendirikan sebuah
usaha...... akan tetapi anda masih bingung bagaimana cara mendapatkan modal
sedangkan anda belum mempunyai modal sama sekali,,, Di sini saya akan
memberikan sedikit tulisan semoga tulisan ini bisa bermanfaat....!
CARA MENDAPATKAN MODAL
Modal dapat didapatkan dengan berbagai
cara, diantaranya:
- Utang;
- Kerjasama dengan pemilik modal lain;
- Modal sendiri;
- Kerjasama dengan keluarga;
- Modal dari pemerintah;
- dan lain-lain.
1.
UTANG
Kita bisa mendapatkan modal dengan cara berutang.
Cara ini banyak ditempuh karena pengusaha pemula tidak mempunyai modal cukup
untuk membangun sebuah usaha. Utang bisa didapat dari bank, koperasi, teman,
saudara, ataupun pihak lain yang memiliki modal. Berutang pada orang terdekat,
misalnya saudara atau teman, mungkin lebih fleksibel. Namun, jumlah dananya
mungkin tak sebesar pinjaman bank.
Berutang kepada saudara, misalnya, tentu kita akan
terbebas dari bunga. Utang pun dapat dibayar kapan saja jika kita sudah
memiliki uang cukup dari hasil usaha. Namun, sebagai pengusaha, kita pun harus
bisa bertanggungjawab dan menjaga kepercayaan orang lain, termasuk saudara.
Jangan sampai kita lupa dengan utang tersebut. Masukkanlah uang tersebut dalam
keuangan perusahaan yang memang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.
Jika tak ada saudara yang dipinjami uang yang
dibutuhkan, kita bisa memilih alternatif lain, seperti meminjam pada bank.
Bagaimana cara berutang pada bank? Bank biasanya memberikan beberapa pilihan
kredit bagi nasabahnya. Kita harus menghitung terlebih dahulu kebutuhan dana
atau modal yang akan dipinjami dari bank. Lalu, memutuskan meminjam pada bank
mana.
Berikut ini merupakan tips meminjam modal usaha dari
bank.
a. Hitung jumlah modal yang dibutuhkan dikurangi
jumlah modal yang sudah kita miliki.
b. Siapkan jaminan. Pihak bank biasanya akan
meminta barang jaminan sebagai salah satu syarat pinjaman. Nilai jaminan yang
besar akan memudahkan bank dalam memberikan pinjaman yang besar pula.
c. Buatlah business plain. Business plain
atau rencan bisnis juga perlu disediakan agar bank percaya bahwa uang yang kita
pinjam betul-betul untuk sebuah usaha menguntungkan.
d. Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.
Kelengkapan dokumen atau menunjukkan keseriusan kita dalam mengajukan
permohonan pinjaman.
e. Pilih bank yang sudah tepercaya. Jika kita
sulit meminjam pinjaman di bank besar, bank kecil bisa dijadikan pilihan. Kita
bisa mengajukan pinjaman pada beberapa bank dan tinggal menunggu bank mana yang
akan memberikan pinjaman terbaik.
f.
Bersikap Percaya diri, Namun tidak
memaksa. Dalam mengajukan permohonan
pinjaman, ada baiknya calon peminjam percaya diri atas usaha yang akan
dijalankannya. Sebagai calon pemimjam, kita tidak boleh terkesan memaksa dan
harus mempunyai etika dan hargadiri yang baik.
Setelah modal dari bank turun,
tentu kita merasa senang. Modal tersebut kemudian harus kita jalankan agar bisa
mendapatkan keuntungan. Sebagian keuntungan dapat kita gunakan untuk membayar
kredit tiap bulan ke bank.
Berutang di bank memang
memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelemahan berutang di bank, diantaranya
sebagai berikut :
1)
Harus membayar
bunga yang cukup tinggi.
2)
Harus membayar
kredit secara rutin, baik perusahaan memiliki uang ataupun tidak.
3)
Jaminan dapat
diambil oleh bank jika tidak mampu mengembalikan uang pinjaman.
Kelebihan
berutang di bank salah satunya adalah besarnya dana yang mereka miliki. Jika
kita membutuhkan dana besar dan dapat menyakinkan mereka dengan baik, maka
pinjaman pun dapat diperoleh.
Akan
tetapi, yang namanya berutang tentu tidak menyenangkan. Ada beban yang harus
ditanggung setiap hari. Usaha harus terus berjalan lancar agar utang dapat
terbayar tepat waktu. Jika tidak siap dengan risiko berutang di bank, kita bisa
menempuh cara lain yang mungkin lebih menenangkan pengusaha pemula.
2.
KERJASAMA
DENGAN PEMILIK MODAL LAIN
Salah satu cara dalam mendapatkan modal adalah
melakukan kerjasama dengan pemilik modal lain.
Sebelum membangun sebuah usaha, kita harus menentukan badan usaha apa
yang dipilih. Jenis badan usaha bermacam-macam, seperti perusahaan
perseorangan, firma, CV, PT, dan lain-lain.
Kedudukan orang yang kita ajak kerjasama patut
diperhatikan pula. apakah kita hanya menawarkan sistem investasi sehingga dia
hanya menjadi investor atau kita menawarkan posisi dalam perusahaan. Pemilik
modal tersebut dapat berupa teman atau pengusaha lain yang kita ajak kerjasama.
Melakukan kerjasama dengan pemilik modal juga harus dilengkapi dengan surat
perjanjian yang sah secara hukum sehingga jelas kedudukannya di mata hukum.
Sebagai orang yang mengajaka untuk mellakukan
kerjasama, kita menyakinkan mereka tentang bisnis yang akan dijalankan. setelah
orang atau perusahaan tersebut percaya, kerjasama akan lebih mudah dilakukan.
Pelaporan keuangan setiap bulan pun perlu diberitahukan kepada investor disertai
dengan persentase laba yang akan diperoleh oleh investor tersebut.
Sebagai pendiri dan penggagas sebuah usaha, kita
juga harus dapat terus berkomunikasi dengan pemilik modal, jika usaha kita
sukses, tentunya mereka merupakan bagian dari kesuksesan tersebut.
3.
MODAL
SENDIRI
Memulai usaha dengan modal sendiri tentu
menyenangkan. Namun, tidak banyak orang yang bisa tiba-tiba memiliki modal
tersebut. Pengusaha pemula yang baru akan berbisnis biasannya malah tak punya
apa-apa. Namun, ada juga yang bisa membiayai modalnya sendiri. MOdal tersebut
bisa berasal dari warisan, tabungan atau keuntungan usaha lain.
Menjalankan modal sendiri memang paling aman.
Kalaupun rugi, toh, itu uang kita. Jadi, kita tidak perlu
mempertanggungjawabkannya pada orang lain, seperti investor atau bank.
Sayangnya, masih banyak calon pengusaha yang tidak memilik peninggalan warisan,
tabungan atau keuntungan usaha lain, sehingga modal yang dimiliki tidak
mencukupi untuk memulai usaha.
Modal sendiri dapat juga berasal dari passive
income, yaitu hasil yang dapat terus diperoleh meskipun tidak bekerja
secara terus-menerus. Misalnya, dengan mengikuti investasi saham atau memiiki
royalti. usaha yang dijalankan seseorang
tentu akan menguras perhatian dan waktu. Pegawai yang berwirausaha memang ada,
tetapi juga banyak yang meninggalkan pekerjaanya dan lebih fokus pada usaha. Passsive
income bisa juga dijadikan salah satu sumber modal sendiri.
4.
KERJASAMA
DENGAN KELUARGA
Bentuk kerjasama dengan keluarga bisa dengan
beberapa cara. Pertama, meminjam dari keluarga kita yang memang kaya atau
memiliki sejumlah modal yang dibutuhkan, peminjaman uang tersebut tentunya akan lebih meringankan daripada
harus meminjam dari pihak bank. Meminjam pada keluarga tidak ada bungan dan
tidak ada syarat rumit, seperti adanya jaminan.
Cara kedua, bentuk kerjasama keluarga tersebut
memang betul-betul melibatkan keluarga dalam organisasi perusahaan. Bisa saja
perusahaan yang dibentuk berupa perusahaan keluarga. Kita sebagai penggagasa
tentu bisa mengontrol organisasi tersebut meskipun bukan sebagai penyumbang
modal besar. Perusahaan keluarga sendiri merupakan sebuah perusahaan yang
dikelola oleh suatu keluarga.
Pekerja dalam perusahaan tersebut bisa dari orang
luar, namun tidak untuk bagian penting, seperti manager atau pemimpin.
Perusahaan keluarga memang terlihat kokoh karena terdiri atas orang-orang yang
berhubungan darah. kenyataanya, tak selamanya perusahaan keluarga tersebut
dapar berjalan seperti yang diharapkan.
Jika ada masalah dalam bisnis keluarga, hubungan kekeluargaan tersebut
bisa jadi ikut terganggu. Keadaan itu dapat diminimalisasi dengan adanya
ketegasan dari awal tentang tugas, hak, dan wewenang tiap-tiap orang dalam
perusahaan keluarga tersebut.
5.
MODAL
DARI PEMERINTAH
Pemerintah juga berupaya untuk meninggalkan jumlah
wirausahawan di Indonesia. Suntikan dana dakam berbadai bentuk dikucurkan untuk
usaha mikro, kecil dan menengah. Selain bagi pemilik usaha, pemerintah
mendorong mahasiswa untuk berwirausaha. Program bagi mahasiswa disiapkan dengan
cara pembimbingan dan pengucuran dana.
Memang tak semua pengusaha kecil menengah dan
mahasiswa mendapatkan dana untuk modal berwirausaha. Pengajuan penerimaan modal
tersebut perlu diketahui oleh para pengusaha dan mahasiswa. Syarat-syarat yang
diberikan pemerintah juag harus dilengkapi dan dipahami. Contohnya, bagi
mahasiswa, ada program pembuatan rencana bisnis. Rencan bisnis yang terpilih
akan mendapatkan bantuan modal dan dibimbing sampai usaha tersebut benar-benar
berjalan.
Referensi
: Nilasari Senja, Sukses Mendapatkan Modal, Laskar Aksara; Jakarta Timur
SEMOGA BERMANFAAT...!




134 comments: