Pengertian Modal Dan Jenis-Jenisnya
PENGERTIAN
MODAL
Kamis, 26 Januari 2017
Berapa modal yang anda punya? pertanyaan ini bisa anda
ajukan kepada orang yang ingin mendirikan sebuah usaha. modal menjadi suatu
syarat yang harus dimiliki seseorang untuk membangun sebuah bisnis. modal bisa
berupa uang maupun barang.
Berdasarkan makna kamus, modal berarti (1) uang yang
dipakai sebagai pokok atau induk dalam berdagang dan sebagainya; (2) harta
benda yang berupa uang ataupun barang yang dapat dipergunakan untuk
menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan.
Secara umum, masyarakat sudah memahami makna kata modal.
Namun, mengenahi asal kata modal mungkin hanya sedikit yang tahu. modal
berasal dari bahasa Tamil, yaitu mutaI. Mutal berarti 'dasar', 'kaki', atau 'bagian bawah'. Dalam
bahasa Indonesia, kata tersebut digunakan dalam bidang ekonomi atau finansial.
Dalam bahasa Inggris, modal biasa disebut sebagai capital. kita sering
mendengar kata kapitalis, yaitu
sekelompok orang yang menguasai modal. Di negara yang menganut kapitalisme,
pemilik modal adalah orang yang paling berkuasa.
Dalam bidang akuntansi, modal dapat
dibuat rumus seperti berikut.
Keterangan :
H = Harta
U = Kewajiban (Utang)
M = Modal
Modal dalam rumus akuntansi tersebut
tampak berbeda dengan kewajiban atau utang. Namun, masih banyak orang yang
berutang untuk mendapatkan modal. Jadi, bagi sebagian perusahaan, harta bisa
disamakan sebagai utang karena modalnyapun merupakan utang atau kewajiban pula.
Namun, tentu akan lebih menyenangkan jika harta merupakan modal saja, tanpa
perlu berutang.
Modal dapat diperoleh dengan berbagai
cara dan berbagai sumber. berikut ini merupakan beberapa sumber modal.
1. Sumber intern
2. Sumber
ekstern
Sumber
intern merupakan sumber yang berasal dari dalam perusahaan
sedangkan sumber ekstern merupakan sumber dari luar perusahaan.
Sumber intern biasanya dihasilkan oleh
perusahaan itu sendiri. sebagian pendapatan yang diperoleh dijadikan modal
untuk kegiatan produksi selanjutnya. menggunakan sumber intern dinilai lebih
baik karena perusahaan tidak bergantung pada pihak lain. Di dalam prinsip
akuntansi, sumber intern merupakan laba ditahan dan penyusutan-penyusutan.
Modal yang berasal dari sumber ekstern
bisa didapat dari berbagai pihak yang ada diluar perusahaan. pihak-pihak
tersebut bisa berupa bank, koperasi, pemerintah, atau perusahaan lain. modal
yang bersal dari sumber luar ini memang memberikan beban tersendiri bagi
perusahaan dibanding menggunakan modal sendiri. Namun, jika dikelola dengan
baik, modal tersebut dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Keuntungan
tersebutlah yang dicari. Jika modalnya besar, risiko dan keuntungan yang besar
pun akan menanti.
Modal atau modal awal dalam sebuah
usaha memang dapat berupa uang ataupun barang. modal berupa barang sering
disebut sebagai aset perusahaan. Misalnya, sebuah gedung atau sebuah kendaraan.
JENIS-JENIS
MODAL
Di
luar bidang ekonomi, modal dapat diartikan bermacam-macam. Misalnya, modal
seorang aktor dapat berupa bakat, penampilan, dan lain-lain. Namun, yang kita
bahas disini adalah modal dalam bidang ekonomi atau keuangan. seperti yang
telah diungkapkan sebelumnya, modal dapat berupa uang ataupun barang. modal
dalam akuntansi dikelompokkan menjadi beberapa jenis.
1. Jenis Modal Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, modal dibagi atas
aktiva lancar dan aktiva tetap.
Aktiva lancar merupakan uang tunai atau aktiva-aktiva lain yang
dapat direalisasikan menjadi uang kas dalam jangka waktu satu tahun. yang
dimaksud aktiva lancar, antara lain :
a. Kas,
cek, wesel, money order, dan sejenisnya;
b. Surat
berharga yang merupakan investasi jangka pendek;
c. Piutang-piutang
yang akan diterima dalam jangka pendek (satu tahun);
d.
biaya
dibayar dimuka.
Modal berupa uang masih menjadi idola bagi sebagian orang, uang
memang lebih mudah dijalankan daripada jenis modal lainnya. Namun, jenis modal
lain pun harus mulai dipelajari oleh para pengusaha. Misalnya, masalah
surat-surat berharga seperti cek. Hal itu diketahui agar pengusaha dapat
menggunakan fasilitas selain uang tunai dalam transaksi.
Pengusaha kecil dan menegah biasanya fokus pada pekerjaan
produksi. Belajar mengenai keuangan juga sebenarnya dapat dilakukan secara
sederhana dengan pengelolaan modal yang baik. berikut ini merupakan beberapa
macam aktiva lancar beserta pengertiannya.
1) Cek adalah
Sebuah perintah tertulis dari nasabah kepada bank untuk memberikan dananya
dengan jumlah tertentu atas nama atau orang yag ditunjuk.
2) Wesel adalah
Surat pembayaran yang oleh pemegangnya dapat diuangkan di bank.
3) Money
order adalah Surat perintah dari
lembaga keuangan, kantor pos, agen bank, atau kantor lain untuk membayar
sejumlah uang kepada penerima yang ditunjuk dalam Surat Perintah Pembayaran
(SPP).
4) Piutang
adalah hak perusahaan untuk mendapatkan pembayaran atas piutang yang diberikan
pada perusahaan lain. Piutang ada bermacam-macam, misalnya piutang dagang atau
piutang penjualan.
5) Biaya dibayar di muka
adalah Biaya dibayar dimuka bukan jenis aktiva yang dapat diuangkan. Namun,
karena biaya tersebut diperoleh menggunakan aktiva lancar, maka digolongkan
dalam aktiva lancar contoh biaya di muka,
misalnya biaya asuransi yang dibayar terlebih dahulu.
Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud yang digunakan dalam
proses administrasi perusahaan atau untuk kegiatan produksi barang dan jasa
yang diharapkan dapat digunakan dalam jangka waktu lama, yaitu satu tahun. Yang termasuk dalam aktiva tetap, antara lain ;
a) Tanah;
b) Gedung;
c) Mesin;
d) Kendaraan
yang digunakan dalam proses produksi perusahaan;
e) Peralatan
kantor;
f)
aktiva
tetap tak terwujud.
Aktiva tetap ini memiliki nilai penyusutan. Barang yang sudah
lama dipakai nilanya akan susut. ada satu aktiva tetap yang tidak akan
mengalami penyusutan, yaitu tanah. seperti yang diketahui, harga tanah setiap
tahunnya akan selalu naik, bukan mengalami penyusutan atau depresiasi.
Aktiva tetap lain, seperti mesin dan kendaraan akan mengalami
penyusutan. Perusahaan biasanya terlebih dahulu menghitung berapa nilai
penyusutan barang-barang tersebut setiap tahunnya.
Aktiva tetap juga ada yang tidak terwujud atau bukan berupa
barang. Aktiva tetap yang tidak terwujud, antara lain hak sewa, hak paten, goodwill,
perizinan, franchise, biaya pendirian perusahaan, dan sejenisnya.
walaupun tidak berbentuk benda ataupun uang. aktiva jenis ini juga berperan
dalam kinerja perusahaan.
Pendirian usaha tentu membutuhkan surat izin pendirian usaha
yang ditangani oleh notaris. pembayaran biaya notaris tersebut dapat masuk
dalam organization cost atau biaya organisasi dan termasuk dalam
aktiva tetap yang tidak berwujud.
Salah satu aktiva tetap yang tak berwujud adalah goodwil.
Goodwill merupakan Kelebihan pembayaran aktiva. Kelebihan tersebut
merupakan kelebihan pembayaran yang dibandingkan dengan nilai pasar. Dalam
akuntansi, hal ini terjadi saat perusahaan mengakuisisi bisnis lain. Goodwill
dapat pula diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan
dari investor ataupun sebuah nilai lebih yang dimiliki perusahaan dimata
pelanggan.
Pemisahan barang perusahaan dengan
barang pribadi milik pemilik kadang tidak diperhatikan oleh pengusaha kecil.
Hal tersebut penting dilakukan agarkeuangan hasil usaha tidak tercampur dengan
keuangan pribadi. Keuntungan yang diperoleh pun bisa dihiung dengan tepat jika
pihak perusahaan dapat memisahkan kepemilikan barang pribadi dengan barang perusahaan. Misalnya, aktiva
berupa kendaraan yang dibeli dengan uang perusahaan. Kendaraan tersebut tentu
harus menjadi hak milik perusahaan, bukan hak milik seseorang dalam perusahaan
tersebut. Pembagian tersebut perlu diterapkan pada perusahaan-perusahaan kecil
yang biasanya lemah dalam hal demikian.
2. Jenis Modal Berdasarkan Sumbernya
Seperti yang telah disebutkan,
berdasarkan sumbernya, modal dibagi menjadi duaa, yaitu modal intern dan
ekstern. Mari kita pahami jenis-jenis modal intern dan modal ekstern tersebut.
Modal intern sudah jelas berasal dari dana yang ada di
perusahaan, lalu bagaimana dengan modal ekstern atau modal asing? Modal asing
memang dapat dikatakan sebagai utang karena sebagian perusahaan mendapatkannya
dengan berutang dari orang lain diluar perusahaan. Modal utang dari luar ini
dapat dibagi menjadi beberapa macam, anatara lain sebagai berikut.
a. Short tern debt,
modal asing yang harus dikembalikan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun
b. Intermediate tern debt,
modal asing yang harus dikembalikan dalam jangka waktu satu tahun sampai dengan
sepuluh tahun.
c. Long tern debt,
modal asing yang harus dikembalikan dalam jangka waktu sepuluh tahun.
Utang jangka pendek atau modal dari utang jangka pendek
dapat berupa kredit penjualan, kredit pembelian, kredit wesel, dan lain-lain.
Kredit penjualan dan pembelian merupakan jenis kredit yang didapatkan dari
perusahaan lain. Sementara kredit rekening korang dan kredit wesel, diperoleh
dari lembaga keuangan.
Kredit rekening koran biasanya diberikan oleh lembaga
keuangan kepada perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan atau
pemasarannya kurang stabil. lembaga keuangan menyediakan sejumlah dana yang
bisa dipinjam oleh perusahaan. Perusahaan dapat meminjam sebagian saja dari
dana tersebut bergantung kebutuhan.
Utang jangka menengah, terdiri atas tern loen, equipment
financing, dan leasing financing. Equipment financing menggunakan
utang untuk kebutuhan pembelian peralatan. Perusahaan menggunakan uang utang
tersebut untuk membeli peralatan. Selama utang belum terbayar lunas, perlatan
tersebut dapat dikatakan masih menjadi hak milik orang yang memberi hutang.
Utang jangka panjang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu
pinjaman obligasi, hipotek pinjaman, dan KIK atau KMKP. Pinjaman obligasi
merupakan pinjaman berupa surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan dan
dapat dibeli dan si pembeli tersebut mendapatkan keuntungan dari bungan yang
diterimanya.
Pinjaman hipotek yaitu pinjaman yang menggunakan barang tidak
bergerak sebagai jaminan. Harta tersebut dapat dilelang jika suatu saatpihak
perusahaan tidak sanggup memenuhi kewajibannya. Jenis utang KIK dan KMKP
diberikan oleh bank untuk mendorong usaha bagi pengusaha kecil dan menengah.
Mendapatkan modal dengan utang bukan
perkara mudah. Pihak pemberi pinjaman tentu akan memberikan beberapa syarat
bagi si peminjam. Apalagi, bunga pinjamannya tidak sedikit. Banyak orang yang
menyerah untuk mencari modal selain utang, padahal banyak cara untuk
mendapatkannya.
Referensi
: Nilasari Senja, Sukses Mendapatkan Modal, Laskar Aksara; Jakarta Timur



Terima kasih artikelnya
ReplyDelete